Butuh Bantuan? Customer Service Agen Herbal siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » » Buah Cinta Berasas Takwa

Buah Cinta Berasas Takwa

Ditulis pada: 4 January 2016 | Kategori:

Buah Cinta berasas taqwaInilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

Dulu, Mubarak itu seorang budak. Tuannya memerdekakannya karena keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi teman-temannya dan penduduk di sekitar kebun.

Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata,

“Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!”

Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkannya pada Tuannya. Majikannya mencoba delima itu dengan penuh semangat. Namun-apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya kecut dan belum masak. Ia mencoba satu per satu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak.

Pemilik kebun itu gusar dan berkata, “Apakah kau tidak bisa membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan yang kecut?”

“Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya bisa merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak.

“Apa? Kamu sudah sekian tahun kerja di sini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali panen ini dan kau bilang belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun marah merasa dipermainkan.

“Demi Allah Tuan, saya tidak pernah mencicipi satu butir buah delima pun. Bukankah Anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk mencicipinya?” lirih Mubarak.

Mendengar ucapan itu Pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya pada teman-teman Mubarak dan tetangga di sekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga para tetangganya.

Seorang temannya bersaksi, “Ia orang yang jujur, selama ini tidak pernah bohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja di sini berarti itu benar.”

Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak,

“Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?”

“Benar Tuan.”

“Berilah aku alasan yang bisa aku terima!”

“Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugasnya hanya menjaga. Ltu akadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi yang haram. Bagiku karena tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.”

“Meskipun itu delima yang jatuh ke tanah, Mubarak?”

“Ya, meskipun delima yang jatuh ke tanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.”

Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata,

“Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mesti mengawinkan dengan siapa:

Mubarak menjawab,

“Orang-orang Yahudi mengawinkan anaknya dengan seseorang karena harta. Orang Nasrani mengawinkan karena keindahan. Dan orang Arab mengawinkan karena nasab dan keturunan. Sedangkan orang muslim mengawinkan anaknya pada seseorang karena melihat iman dan takwanya. Anda tinggal memilih, mau masuk golongan yang mana? Dan kawinkanlah putrimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.”

Pemilik kebun berkata, “Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.”

Akhirnya pemilik kebun itu mengawinkan putrinya dengan Mubarak. Putri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang salehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunah nabi-Nya. Dengan kejujuran dan ketakwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah Swt. Ia hidup dalam surga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama “Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenal sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenal sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketakwaannya banyak diakui ulama pada zamannya.

Habiburrahman El Shirazy

Sumber : http://keluargabahagia.org/

Buah Cinta Berasas Takwa | Agen Herbal

Tags:

Komentar dinonaktifkan: Buah Cinta Berasas Takwa

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

Artikel Terbaru

Obat Herbal Asam Urat

thumbnail Ditulis pada: 11 February 2016

sekarang ini memang sedang banyak dicari, pasalnya penderita asam urat dan juga rematik semakin tidak sedikit. Apakah Anda juga merupakan penderita penyakit-penyakit ini, kalau iya maka Anda tak boleh menganggap remeh penyakit ini. Anda mesti langsung mencari jalan yang tepat... Baca selengkapnya »

Cara obat herbal atasi infeksi saluran kencing

thumbnail Ditulis pada: 9 February 2016

(ISK) yaitu salah satu jenis infeksi yang terjadi terhadap system perkemihan (salura kencing). ISK menjadi kategori penyakit yang tidak jarang terjadi terutama bisa terjadi pada saluran ginjal (ureter), kandung kemih, atau saluran kencing bagian luar (uretra). Khasiat Tanaman obat herbal... Baca selengkapnya »

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami

Cara mengatasi jerawat secara alami Ditulis pada: 23 January 2016

Cara Menghilangkan Jerawat secara Alami dan Cepat/Tradisional- Memiliki kulit yang bersih, sehat serta bebas jerawat merupakan idaman bagi setiap wanita, Kplit yang sehat membuat wajah menjadi bersih dan cantik tanpa perlu membeli obat jerawat. Namun sayangnya banyak wanita yang sibuk... Baca selengkapnya »

Manfaat Susu Kambing Etawa Bagi Kesehatan

Manfaat Susu kambing Etawa Ditulis pada: 22 January 2016

Manfaat Susu Kambing Etawa Bagi Kesehatan – Susu kambing etawa sudah banyak dikenal masyarakat saat ini berkat khasiat dan manfaatnya untuk kesehatan. Memang kebanyakan orang lebih identik mengenal susu sapi daripada susu kambing. Perlu diketahui bahwa ternyata berbagai macam penyakit... Baca selengkapnya »

Sejarah Madu Dalam Berbagai Peradaban

Sejarah Madu Dalam Berbagai Peradaban Ditulis pada: 22 January 2016

Sejarah Madu Dalam Berbagai Peradaban – Sejarah tentang madu telah ditulis di dalam peninggalan-peninggalan tertulis dari beberapa kerajaan kuno, seperti Bumeria, Babilonia, Mesir kuno, dan India. Injil Perjanjian Lama Telah disebutkan di dalam kitab Taurat (perjanjian lama) bahwa tanah Palestina... Baca selengkapnya »